|
Nama
Rumah Sakit Dr. OEN SOLO BARU tidak
dapat dilepaskan dari nama besar
Dr. Oen Boen Ing sebagai
tokoh pendiri. Didukung dengan visi
yang kuat serta jauh memandang
ke depan, Rumah Sakit Dr. OEN SOLO
BARU bertekad menjadi institusi
pelayanan kesehatan unggulan yang
mandiri dan terjangkau bagi semua
lapisan masyarakat.
Meneruskan cita-cita Dr. Oen, Rumah
Sakit yang berdiri di perumahan
Solo Baru ini juga mengemban misi
mulia. Yakni melaksanakan upaya
pelayanan kesehatan secara paripurna,
terjangkau masyarakat luas, tanpa
membedakan suku, bangsa, agama,
aliran politik, melaksanakan upaya
kesehatan yang bersifat non profit,
mengembangkan sumber daya manusia
dan menjunjung tinggi kode etik.
|

|
|
|
|
|
Berkat
sumbangan tanah seluas 12 hektar dari keluarga
Bapak Tjokrosaputro, pemilik Batik Keris,
maka berdirilah di sebelah selatan kota Solo,
di kota Satelit Solo Baru sebuah rumah sakit
yang bernama Rumah Sakit Dr. OEN SOLO BARU
di mana visinya adalah memberikan pelayanan
kesehatan sebagai wujud pengabdian berbangsa
dan bernegara. Rumah Sakit ini berada di bawah
naungan YAYASAN KESEHATAN PANTI
KOSALA. Pembangunan tahap pertama
berhasil dimulai pada bulan Januari 1991 dan
diresmikan oleh Bapak Menteri Kesehatan RI
pada saat itu yaitu Bapak Dr. Adhyatma, MPH
pada tanggal 18 Nopember 1992.
Di masa depan Rumah Sakit Dr. OEN SOLO BARU
direncanakan akan memiliki kapasitas 500 tempat
tidur, di mana tata ruang dan suasana lingkungan
sekitarnya sangat diperhitungkan penataannya
agar tercipta suasana teduh, bersih, sehat
dan nyaman.
Dari keseluruhan rencana pembangunan yang
ada, baru sebagian dari
Rumah Sakit Dr. OEN SOLO BARU
ini yang sudah terwujud. Namun, bila semua
berjalan sesuai rencana, maka kelak Rumah
Sakit Dr. OEN SOLO BARU ini akan tampil megah
dengan Gedung Pusat Pelayanan Medik, Ruang
Perawatan Khusus Usia Lanjut, Ruang Perawatan
Khusus Psikiatri dan Ketergantungan Obat,
Bangunan Penunjang Umum, Gedung Akademi Perawatan
serta Gedung Mortuari (sarana pelayatan).
  
Motto
Rumah Sakit Dr. OEN SOLO BARU adalah
: "Teduh Untuk Sembuh" akan
diwujudkan ke dalam 2 (dua) aspek. Pertama,
pembangunan fisik rumah sakit diwujudkan melalui
konsep GARDEN HOSPITAL, dari
12 hektar lahan yang tersedia hanya 35% yang
akan digunakan untuk keperluan gedung, sedangkan
sisanya 65% untuk dan pepohonan yang
rindang. Kedua, suasana teduh juga diupayakan
timbul melalui sikap, perhatian dan pelayanan
dari karyawan rumah sakit kepada semua pasien
yang datang berobat.
Rumah Sakit Dr. OEN SOLO BARU juga mengkoleksi
tanaman-tanaman langka di antaranya adalah
Kigelia pinata atau sering dijuluki
Pohon Sosis karena buahnya besar seperti sosis,
yang hanya tumbuh di sepanjang Sungai Nil,
Mesir. Selain itu juga terdapat dua Pohon
Bodhi yang berasal dari Nepal, Tabebuya
crisantha berasal dari Brasil.
|