Berita Kesehatan

Penyakit virus Ebola menjadi ancaman pandemi terbaru bagi dunia, saat ini virus telah menyebar cepat pada beberapa negara di Afrika Barat. Kejadian Luar Biasa (KLB) ini pertama bermula di Guyana pada Maret 2014, sejak itu virus ini telah menyebar ke Liberia, Sierra Leone, dan Nigeria. Ini merupakan KLB terburuk dalam sejarah umat manusia dalam hal jumlah kasus dan fatalitas yang terjadi. Secara total lebih dari 4000 kasus terduga dan 2.105 kematian telah dilaporkan oleh badan kesehatan dunia (WHO) sampai bulan Agustus 2014. Pemerintah Sierra Leone dan Liberia bahkan telah menutup perbatasan mereka dan melarang warga untuk berpergian ke luar rumah. Di Indonesia sendiri Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan peringatan untuk warga yang akan bepergian ke negara-negara Afrika Barat tersebut di atas. Selain itu Kemenkes  juga telah menyiapkan fasilitas pemeriksaan diagnostik Ebola di laboratorium Balitbangkes Jakarta.

Penyakit virus Ebola atau demam hemorrhagik Ebola (EHF) adalah penyakit manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Gejala biasanya timbul dalam waktu dua hari sampai tiga minggu setelah terpapar dengan virus ini, dengan keluhan demam, nyeri menelan, mialgia (nyeri otot) dan sakit kepala. Setelah itu muncul mual muntah, diare disertai dengan gangguan fungsi hati dan ginjal. Pada fase ini beberapa orang mulai mengalami gangguan perdarahan. Virus ini biasanya menular melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh dari hewan yang terkena penyakit ini (biasanya kera atau kelelawar). Setelah mengenai manusia, maka virus ini dapat menular melalui persentuhan dengan darah atau cairan tubuh penderita.

Pencegahan merupakan tindakan utama dalam membatasi penyebaran Ebola, hal ini dikarenakan sampai saat ini belum ada antivirus ataupun vaksin khusus yang dapat mencegah atau mengobati penyakit ini. Pengobatan utama Ebola adalah dengan memberikan terapi suportif berupa cairan dan obat-obatan simtomatik, hampir serupa dengan terapi Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun demikian, Ebola mempunyai perjalanan penyakit yang jauh lebih fatal dari DBD dengan angka mortalitas 50-90% kasus.

Individu paling rentan uhtuk terkena Ebola adalah para petugas kesehatan, hal ini karena para petugas (termasuk dokter dan perawat) adalah pelayan lini pertama yang bersentuhan langsusng dengan penderita. Saat ini korban dari sisi petugas kesehatan telah mulai berjatuhan, 79 petugas kesehatan termasuk dokter dan perawat telah meninggal, dari 152 yang terinfeksi. Untungnya virus ini tidak mudah menyebar ke populasi umum, namun demikian masyarakat juga harus diberikan edukasi yang memadai sehingga tidak terjadi kepanikan/histeria massa. Perhatian harus diberikan kepada individu-individu dengan demam yang baru saja (<1 bulan terakhir) pulang dari negara-negara Afrika Barat. Asia Tenggara (termasuk Indonesia) meskipun bukan negara tujuan utama dari warga negara-negara tersebut, tetap mencatat kunjungan lebih dari 300 orang pada bulan terakhir sehingga kewaspadaan harus diterapkan.

Sumber: Tabloid MD

 

Berita Terkini

  • 1
  • 2
  • 3
Prev Next

HASIL CAPAIAN MUTU SEMESTER 1 TH 2017

22-08-2017

HASIL CAPAIAN MUTU SEMESTER 1 TH 2017

PENCEGAHAN & PENGENDALIAN INFEKSI, SURVEI...

Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner

07-07-2017

Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner

Salah satu penyakit kardiovaskular yang men...

Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Ma…

30-06-2017

Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial

Telah bergabung bersama RS Dr. OEN SOLO BAR...

Bila Anak Kejang Demam

05-06-2017

Bila Anak Kejang Demam

KEJANG DEMAM (dalam Bahasa Jawa disebut 'St...

Waspadai Gejala dan Tanda Rematik

08-05-2017

Waspadai Gejala dan Tanda Rematik

Secara medis yang dimaksud dengan rematik a...

Klinik Teduh - Klinik PPK 1 BPJS Kesehat…

06-02-2017

Klinik Teduh - Klinik PPK 1 BPJS Kesehatan

Klinik Teduh merupakan salah satu badan usa...

Vaksin Asli RS Dr. OEN SOLO BARU

19-07-2016

Vaksin Asli RS Dr. OEN SOLO BARU

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan adanya p...

Calcium Score CT Scan 128 Slices

08-07-2016

Calcium Score CT Scan 128 Slices

PERTAMA DI SOLO RAYA : CT SCAN 128 SLICES !...

Lomba Dance Group Anak

04-07-2016

Lomba Dance Group Anak

Sing: Let's dance together.. get on the dan...

Guests Online

Kami memiliki 23 tamu dan tidak ada anggota online